Kamis, 23 September 2010

Catatan Kuliah 2

CATATAN KULIAH PERTEMUAN KE-2

1. TUJUAN, FUNGSI, DAN MANFAAT FILSAFAT
Menurut Harold H. Titus
filsafat adalah suatu usaha memahami alam semesta, maknanya dan nilainya. Apabila tujuan ilmu adalah kontrol, dan tujuan seni adalah kreativitas, kesempurnaan, bentuk keindahan komunikasi dan ekspresi, maka tujuan filsafat adalah pengertian dan kebijaksanaan (understanding and wisdom).
Dr Oemar A. Hoesin mengatakan
Ilmu memberi kepada kita pengatahuan, dan filsafat memberikan hikmah. Filsafat memberikan kepuasan kepada keinginan manusia akan pengetahuan yang tersusun dengan tertib, akan kebenaran.
Menurut,S.TakdirAlisyahbana:
filsafat itu dapat memberikan ketenanganpikiran dan kemantapan hati, sekalipun menghadapi maut. Dalam tujuannya yang tunggal (yaitukebenaran)itulah letaknya kebesaran, kemuliaan, malahan kebangsawanan filsafat di antara kerja manusia yang lain. Kebenaran dalam arti yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya baginya, itulah tujuan yang tertinggi dan satu-satunya. Bagi manusia, berfilsafat itu bererti mengatur hidupnya seinsaf-insafnya, senetral-netralnya dengan perasaan tanggung jawab, yakni tanggung jawab terhadap dasar hidup yang sedalam-dalamnya, baik Tuhan, alam, atau pun kebenaran.
History of Philosophy(Radhakrishnan), menyebutkan:
Tugas filsafat bukanlah sekadar mencerminkan semangat masa ketika kita hidup, melainkan membimbingnya maju.
Fungsi filsafat adalah kreatif, menetapkan nilai, menetapkan tujuan, menentukan arah dan menuntun pada jalan baru. Filsafat hendaknya mengilhamkan keyakinan kepada kita untuk menompang dunia baru, mencetak manusia-manusia yang menjadikan penggolongan-penggolongan berdasarkan‘nation’,ras,dan keyakinan keagamaan mengabdi kepada cita mulia kemanusiaan. Filsafat tidak ada artinya sama sekali apabila tidak universal, baik dalam ruang lingkupnya maupun dalam semangatnya. Studi filsafat harus membantu orang-orang untuk membangun keyakinan keagamaan atas dasar yang matang secara intelektual. Filsafat dapat mendukung kepercayaan keagamaan seseorang, asal saja kepercayaan tersebut tidak bergantung pada konsepsi prailmiah yang usang, yang sempit dan yang dogmatis. Urusan (concerns) utama agama ialah harmoni, pengaturan, ikatan, pengabdian, perdamaian, kejujuran, pembebasan, dan Tuhan.
Sedangkan, menurut Soemadi Soerjabrata, yaitu mempelajari filsafat adalah untuk mempertajamkan pikiran, maka H. De Vos menyatakan,filsafat tidak hanya cukup diketahui, tetapi harus dipraktekkan dalam hidup sehari-sehari. Orang mengharapkan bahwa filsafat akan memberikan kepadanya dasar-dasar pengetahuan, yang dibutuhkan untuk hidup secara baik. Filsafat harus mengajar manusia, bagaimana ia harus hidup secara baik dan bagaimana ia harus hidup agar dapat menjadi manusia yang baik dan bahagia.

2. UNIVERSALITAS FILSAFAT
Menurut Karl Popper:  semua ilmu harus terbuka untuk diuji. Jika tidak ia menjadi pengetahuan (non-ilmiah), seperti agama. Ilmu (teori) diuji dengan menunjukkan ketidakbenarannya (falsifikasi).
Sedangkan, menurut Thomas Kuhn ada dua tahap perubahan (tradisi): normal dan revolusi. Pada tahap normal, ditemukan penyimpangan (kritis). Kritis diajukan secara tidak langsung. Sedangkan, pada tahap revolusi, “paradigma” baru diperlukan. Kritik ditujukan justru reputasi si teoritisi lama, baru ke pemikirannya. Jika gagal, bertahan, akan terjadi revolusi. Aspek sosiologis (komunikasi).
Yang dimaksud dengan PARADIGMA menurut Thomas Kuhn, adalah ” …. universal  recognized scientific achievements that for a time provide model problems and solutions to a community of practitioners.”
Contoh pergeseran pradigma : Joseph priestly menyatakan TEORI PHILOGISTON, yaitu panas adalah ZAT yang disebut phlogiston. KAYU adalah kombinasi dari Phlogison terlepas, yang tinggal arang. Sedangkan menurut Antone L. Lavoiser, yang menyatakan TEORI OKSIGEN, yaitu,  panas adalah REAKSI KIMIA. Panas terjadi selalu melibatkan oksigen,  sehingga panas adlah proses oksidasi. Dan menurut   James P. Joule, yang menyatakan, TEORI TENAGA, yaitu panas adalah ENERGI. Contoh: dua benda digosok jadi panas. Newton, yang menyatakan teori Newton Physic: ruang dan waktu terpisah (3 dimensi). Cahaya adalah partikel yang dipancarkan. Sedangkan menurut Einsten, yang menyatakan teori relativity, yaitu ruang dan waktu menyatu (4 dimensi). Kecepatan tertinggi adalah kecepatan cahaya, waktu lebih lambat dan ukuran ruang lebih pendek. Kemudian, W. Heisenberg, menurut teori quantum physics, ruang dan waktu sebagai unit yang diskret, dan J. Gleick, yang menyatatakan, chaos teory, yaitu, tak ada aturan pasti. Serba khaos.

REFLEKSI
Jadi, tujuan filsafat adalah mencari hakikat kebenaran sesuatu, baik dalam logika (kebenaran berpikir), etika (berperilaku), maupun metafisik (hakikat keaslian).
Dalam universalitas ada dua tahapan` perkembangan (tradisi), yaitu tahap normal dan revolusi. Dalam tahap PARADIGMA, yang bergeser sering dengan perkembangan teori dalam hidup. 

0 comments:

Poskan Komentar